Posted on

(masih) menunggu

Tidak harus benar-benar sakit sampai kita merasakan “sakit”. cukup dengan kecewa, “sakit” itu sudah cukup terasa.. menusuk sampai tulang dan efeknya bertahan lama sekali.
Banyak definisi mengenai “sakit”.
Tapi “sakit” yang aku rasa, yang aku alami hanya satu,
Sakit itu saat aku berharap sesuatu, tapi hanya bisa sekedar berharap.
Ketika ingin lebih dari itu, semakin sakit.
Karna setelah dipikirkan, berharap itu sangat menyakitkan ketika tidak terwujud.
Kadang ingin tidak berharap, ingin jalani saja seperti yang ada saat ini, tapi….
terlalu sakit rasanya…

Yang lebih sakit itu, ketika kita tak bisa marah, tak bisa protes.
Siapa yang harus disalahkan? harus protes ke siapa??

Kalaupun meminta, apa akan terkabul?
Bukan sekali dua kali aku meminta, apa hasilnya? Tetap sama..

Nggak tau siapa yang salah, yang jelas saat ini aku sedang dibawah.
Bukan turun sendiri, tapi terjatuh.
Bukan baru bebrapa menit, tapi sudah lama.
Ntah kapan bisa naik ke atas nanti.
Mungkin menunggu dia datang menjemputku dibawah…

Iklan

About mawaratina

Menulis bukanlah hal yang sulit dilakukan, tulislah apa yang tak bisa terucap, tulislah apa yang terpikirkan, dan tulislah semua cerita yang membuatmu bangkit. Bangkit dengan caramu. Bangkit dengan semangatmu! ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s