Sadarkah?

Sadarkah kau, ketika kau pergi ada yang mengharapmu kembali?

Sadarkah kau, ketika kau menghilang ada yang menunggu kabar darimu?

Sadarkah kau, ketika kau jauh ada yang berharap kau setia menjaga kepercayaannya?

Sadarkah kau, ketika kau bersedih,sakit,kecewa,terluka ada yang mengkhawatirkanmu?

Sadarkah kau, ketika kau menyakiti ada yang menangis dan selalu memaafkanmu?

Sadarkah kau, ketika kau mengkhianati ada yang selalu sabar dan selalu saja memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri?

Sadarkah kau, ketika kau menuntut kebebasan ada yang rela membiarkanmu melakukan hal yang kau inginkan walau ada yang selalu mencemasimu?

Sadarkah kau, ketika seseorang yang menyayangimu pergi saat ia kembali ia hanya ingin menjumpaimu dan melihat senyumanmu?

Sadarkah kau, ketika kau berbohong ada yang terluka dan ragu akan perasaanmu padanya?

Sadarkah kau, ketika kau menduakannya ada orang yang rela melakukan apapun agar kau tetap disisinya dan tidak mengkhianati hubungan yang tlah lama kalian bina?

Sadarkah kau, ketika kau menginginkan sesuatu tak selamanya yang kau inginkan terpenuhi? Karna hanya apa yang kau butuhkanlah yang diberikan olehNya..

 

Pernahkah kau berfikir tentang perasaan orang yang kau sakiti?

Pernahkah kau berfikir berapa banyak air mata yang diteteskan saat kau mengkhianati kepercayaannya?

Pernahkah kau berfikir tentang seberapa banyak mengalahnya orang yang menyayangimu agar melihatmu bahagia?

Pernahkah kau melihat dia menduakanmu?

Pernahkah kau melihat dia bermesraan dengan lelaki lain?

Pernahkah ia tidak memaafkanmu ketika kau selalu saja menyakitinya?

 

Fikir dan renungkanlah..

Apa sebenarnya yang kau butuh dan inginkan berbeda?

Apa kau hanya ingin wanita yang bisa membahagiakanmu tanpa niatan tulus mencintaimu?

Atau kau membutuhkan wanita yang mencintaimu dengan tulus, sanggup memaafkanmu ketika kau menyakitinya berkali2, menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, rela mengorbankan kebahagiannya untuk melihat senyummu.

Mana yang kau perlukan saat ini?

Semua wanita memiliki hati yang lemah.. Tak ada seorangpun wanita yang ingin diduakan.. Tak ada pula seorangpun wanita yang tahan selalu menjadi yang nomor dua,

Allah swt tidak melarang kaum adam untuk memiliki lebih dari satu istri, namun JIKA MAMPU.

Tapi sadarkah kau dalam kasus ini? Mampu kah?

Wanita adalah makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk pria, ia diciptakan untuk dilindungi dan disayangi, bukan untuk disakiti dan dikhianati..

Wahai priaku, pasti kau tak ingin melihat ibu,kakak,adikmu tersakiti dan bersedih bukan? Apa perasaanmu jika melihat mereka tersakiti dan bersedih? Luka kah? Bahagiakah?

Jika luka yang kau rasa, inginkah kau menjadi seperti orang yang menyakiti ibu,kakak, atau adikmu itu? Inginkah kau menjadi orang yang sama seperti orang yang melukai keluargamu?

Wahai priaku, kini kau bukanlah milikku.. Kau belum mengikat janji sucimu..

Saat ini ketika kau belum mempersunting wanita manapun, kau sudah berkali-kali menyakiti wanita yang menjadi pacarmu. Kapankah prilakumu ini kau buang jauh? Sampai kapan kau menyakiti hati wanita rapuh ini yang selalu saja bersabar dan memaafkanmu?

Kapan kau menyadarinya?

Kertas

Ketika tulisan ini terposting, mungkin ini adalah batas dari kesabaran yang selama ini terpendam, ketika emosi tak tertahankan, sedih dan kekecewaan yang selalu saja teruraikan tak sanggup lagi ditahan sendiri..

Salahkah aku berharap bisa bahagia? Salahkah aku berharap aku dapat mememiliki sosok yang dapat menemaniku hingga akhir hayatku?

Dengan tulisan ini aku tidak ingin dikasihani. Sedikitpun tidak. Aku hanya ingin menyuarakan isi hati, kekecewaan, kesedihan, semua.

Apa yang harus kulakukan ketika sebuah kepercayaan ternodai? Bukan hanya sekali, namun sudah berkali-kali.

Mungkin ini bukan pertama kali aku mengalami kesedihan, pengalaman pernah tersakiti saat kecil, melihat sebuah perpisahan yang ternyata sangat menyedihkan dan menyakitkan. Sekarang aku mengerti mengapa selama ini bunda selalu over protektif padaku.. semata-mata ia ingin aku bahagia. tidak mengalami sakitnya perpisahan dan akhirnya hidup sendiri hingga saat ini..

17 Tahun sudah bunda sendiri berjuang untukku, mengubur semua kesedihan dan kesakitan yang dimilikinya sendiri, dan sekarang, aku hanya berharap aku tidak mengalami hal yang sama seperti bunda. salahkah aku berharap seperti itu?

Ketika aku memutuskan untuk serius, aku benar2 serius..

Walau dengan niatan ini sudah berkali2 aku dikhianati oleh orang yang kusayangi ini.. Kecewa dan kesal sudah tak terbendung lagi.. Apa yang bisa kulakukan ketika tak berdaya melihat orang yang kusayangi pergi dengan wanita lain, menginap bersama, jalan bersama dibelakangku? Bahkan ketika aku ada pun mereka berani..

Apa yang harus kulakukan?

HAruskah ku pertahankan hubungan ini??

AKu hanya ingin KAMU tau, suatu hubungan itu memerlukan SATU ORANG YANG DAPAT MENGERTI (SABAR) DAN SATU ORANGNYA YANG DAPAT DIPERCAYA..

2 Tahun 7 Bulan bukan waktu yang singkat,.. Tlah kulalui pahitnya bersamamu, pahitnya dikhianati, walau slalu terurai airmata dan amarah dari mulut ini, tapi MAAF slalu ada..

Kali ini, apa yang harus kulakukan?

Ketika kepercayaan bak kertas itu telah kau koyakkan, apa aku harus memberimu kertas baru?